Seminar 7 Keajaiban Rejeki
Hari ini saya mengikuti seminar ippho santosa di masjid jami' mui surakarta. Seminar dengan tajuk 7 keajaiban rejeki ini cukup banyak menyedot peserta yang datang dari luar kota solo, dan saya salah satunya. Acara ini gratis , tanpa dipungut biaya 1 rupiah pun. Beruntung saya mendapatkan broadcast tentang seminar ini, mengingat kalau seminarnya di gedung dan bayar, pasti bayarnya sampai ratusan ribu. Yah, orang indonesia memang suka yang gratisan. Termasuk saya, begitu mendapatkan broadcast tersebut saya langsung mendaftar via sms, Alhamdulillah.
Kaku sekali ya gaya tulisan saya? Ya iya lah.. lama sekali tidak menulis. Atau mengetik lebih tepatnya. Menulis sebuah artikel atau mungkin sekedar catatan ringan tentang kehidupan sehari hari. Dulu, sangat mudah dan menyenangkan. Sekarang, agak susah nampaknya. Sebelum ini sebenarnya saya sudah sempat memulai lagi untuk menulis 'lembaran baru', namun kandas di posting ke 2 atau posting ke 3. Kata orang jawa semangatnya cuma "obor blarak" atau kata orang jakarta "hangat hangat tahi ayam". Ah, sungguh berat melakukan sesuatu dengan istiqomah . Pantas saja INI menjadi amalan yang paling dicintai oleh Allah.
Dari seminar ippho santosa tadi siang, banyak sekali pelajaran yang bisa diambil. Namun, 1 hal yang paling menyentil saya adalah ketika beliau mengemukakan tentang rukun islam.
"Rukun islam kita ada 5, yang namanya rukun, kalau tidak dikerjakan jadi..?" Begitu kata beliau, sembari mengisyaratkan peserta untuk menjawab sendiri. Sayapun menjawabnya dalam hati, "jadi tidak rukun mas, yen gak rukun berarti 'ngajak gelut' sing gawe syariat. Atau bahasa gampangnya : islamnya tidak sempurna" begitu jawaban saya (dalam hati ya:).
"Allah, tidak mungkin membebankan sesuatu kepada hambanya dengan beban yang di luar kemampuan hambanya." Begitu lanjut bang ippho.
"Bukankah haji itu bagi yang mampu bang? Iya, bagi yang mampu.. namun seperti sudah dijelaskan tadi, Allah memberikan syariat pasti sudah diukur, hamba nya pasti mampu. Kalau tak mampu, PASTI DIA TIDAK BERSUNGGUH SUNGGUH!" Bang ippho menambahkan. Kalimat yang terdengar vonis bagi sebagian orang -atau cuma saya ya?- hehehe..
Ya, benar jika saya termasuk orang yang belum bersungguh sungguh. Semoga, kedepannya, mulai hari ini, saya bisa lebih bersungguh sungguh untuk menetapi kewajiban saya sebagai seorang muslim. Menjadi muslim yang mampu untuk menjalankan seluruh rukun islam. Syahadat, Sholat, Puasa, ZAKAT & HAJI. Aamiin. Dan begitu juga pembaca.

Komentar
Posting Komentar